Monthly Archives: October 2010

Fitur Android 3.0

Google dikabarkan akan segera merilis versi terbaru dari sistem operasi Android mereka, yaitu Gingerbread (3.0) pekan depan. Belum juga dirilis, fitur-fitur unggulan OS ini bocor di internet.
Salah satu situs yang menyebarkan fitur rahasia ini adalah Phandroid. Menurut situs tersebut, ada beberapa fitur unggulan yang membuat si ‘Kue Jahe’ ini berbeda, termasuk kabar yang menyebutkan Android 3.0 sangat cocok untuk iteraksi tablet.

Dilansir melalui TechWorld, Sabtu (23/10/2010), berikut ini adalah fitur yang bakal dibenamkan di Android 3.0
– Mendukung Video Chat: Sudah pasti, fitur ini akan menyaingi Facetime di iPhone 4 dan layanan web conference yang makin menjadi kebutuhan di masa depan.
– Matinya pengembang ketiga ‘bloatware’: Rupanya Google akan menghentikan konvergensi elemen UI dengan Android 3.0. Ini artinya, n Google akan melarang user interface yang dirancang sendiri oleh vendor handset seperti Sense UI buatan HTC, Raphael buatan Sony Ericsson, dan Motoblur dari Motorola.
– Bercita rasa webOS: Hal tersebut mungkin saja terjadi, mengingat mantan kepala desain webOS Palm, Martias Duarte, bergabung ke tim pengembang Android di Google sejak Mei lalu.
-Andriod 3.0 tampil lebih bersih dan sederhana dalam mencari berbagai file, aplikasi, atau yang lainnya.
– Gingerbread akan menggunakan compiler Dalvik JIT untuk menghasilkan kinerja prosesor yang kencang.(okezone.com)
Advertisements

EAH6800 Kartu Grafis Anyar Asus

ASUS memperkenalkan dua kartu grafis DirectX11 EAH6800 Series terbaru, yaitu EAH6850 DirectCU dan EAH6870. Kedua kartu grafis PCI Express 2.1 dapat dioverclock untuk meningkatkan kinerja hingga 50 persenberkat teknologi eksklusif Voltage Tweak, untuk menghasilkan pengalaman gaming.

Dengan kemampuan proses yang lebih baik dibandingkan kartu grafis EAH5000 Series yang telah sukses sebelumnya, ASUS EAH6800 Series melanjutkan untuk memberikan yang terbaik untuk penggemar PC, dengan teknologi tercanggih dan jajaran fitur peningkatan kinerja eksklusif ASUS pada desain referensi dari AMD.

Kedua kartu grafis EAH 6850 DirectCU/2DIS/1GD5 dan EAH6870/2DI2S/1GD5 dilengkapi teknologi multi-display AMD Eyefinity, teknologi AMD HD3D dan dukungan DirectX 11. Demikian yang dikutip melalui keterangan resminya, Sabtu (23/10/2010).

Selain itu, teknologi overclocking Voltage Tweak eksklusif dari ASUS menawarkan peningkatan kinerja 50% dibanding desain kartu grafis referensi. EAH6850 DirectCU dan EAH6870 ditawarkan dengan core telah di-overclock menjadi 790MHz dan 913MHz.

ASUS EAH6850 DirectCU juga telah menggunakan solusi pendinginan eksklusif DirectCU, menggunakan heat pipe khusus dari tembaga dibuat khusus berbentuk pipih agar bersentuhan langsung dengan core GPU. Hal ini meningkatkan pendinginan hingga 20 persen dibandingkan desain referensi dan menawarkan tingkat kebisingan yang lebih rendah ketika kartu grafis sedang idle.

ASUS EAH6870 dilengkapi dengan penutup kipas dari bahan aluminium yang meningkatkan efisiensi pendinginan sekaligus mengurangi suhu permukaan hingga 14 derajat Celcius jika dibandingkan dengan desain referensi yang menggunakan penutup dari plastik.(okezone.com)

Domain sex dot com Dijual Rp116 Mililar

Domain ini dimenangkan oleh perusahaan yang terdaftar di Karibia. Sex.com, domain yang selalu menjadi rebutan banyak orang, akhirnya terjual seharga US$13 juta atau sekitar Rp116 miliar. Clover Holdings, sebuah perusahaan yang terdaftar di Karibia, memenangkan domain ini melalui lelang online yang digelar sejak Juli lalu, setelah pemilik lama domain ini, Escom LLC bangkrut.

Seperti dikutip dari situs BBC, penjualan sex.com sendiri baru benar-benar dilaksanakan, menunggu pengesahan kepailitan Escom LLC oleh pengadilan.
Sebelumnya, domain ini telah berganti-ganti pemilik beberapa kali. Bahkan, sex.com pernah dikuasai seorang penjahat yang mengambil alih domain itu secara paksa dari pemilik sahnya.
Terjualnya sex.com senilai US$13 juta masih lebih rendah dari rekor tertinggi nilai penjualan domain ini yang pernah mencapai US$14 juta. Ini terjadi saat Escom LLC membelinya dari pemilik lama pada 2006.
Pemilik pertama domain sex.com adalah pendiri match.com, Gary Kremen. Ia mendaftarkan domain itu pada 1994. Namun, pada 1996 ia kehilangan kontrol atas domain itu setelah diserobot seorang penipu bernama Stephen Cohen.
Cohen dan Kremen sempat memperebutkan domain itu di pengadilan yang berjalan sangat panjang. Akhirnya Kremen memenangkan hak kepemilikan atas domainnya kembali. Cohen didenda sebesar US$65 juta dan ia dibui atas penipuan itu.(vivanewa.com)

Gen Baru Penyebab Obesitas Anak

Sebuah grup dari gen obesitas telah ditemukan oleh para ilmuwan yang membuat beberapa anak menjadi semakin sulit untuk tetap langsing. Para peneliti menemukan varian dari gen penyebab obesitas meski langka, tapi umum pada anak-anak yang terkena obesitas. Demikian seperti yang dikutip Telegraph, Sabtu (16/10/2010).

“Karena perubahan lingkungan selama 30 tahun terakhir, tingkat konsumsi makanan berkalori tinggi dan juga gaya hidup yang tidak sehat, penyebab obesitas juga dikarenakan oleh komponen genetik yang kuat,” ujar Dr. Struan Grant dari The Children Hospital of Philadelphia.

Penemuan ini juga menyatakan bahwa selain karena gen bawaan, beberapa anak-anak menjadi gemuk karena mereka tidak bisa mengendalikan selera makan mereka.

Apabila gen ini bisa dikenali lebih dini, maka bisa dilakukan diet yang akan mengurangi tingkat obesitas dan tentunya meningkatkan kesehatan mereka.

Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Human Genetics ini, seperti sebuah panduan ke depan untuk mempelajari biologi komplek mengenai obesitas pada anak.

Pada penelitian ini, para peneliti mencari variasi gen pada 1080 anak-anak penderita obesitas. Metodenya adalah mengidentifikasi variasi gen yang mempengaruhi obesitas pada anak.(okezone.com)

Motorola Droid Pro, "Pembunuh" BlackBerry

Droid Pro tak sekadar ponsel Qwerty. Ia juga punya layanan korporat untuk “membunuh” BB.
BlackBerry semakin tak terhentikan. Ponsel pintar besutan Research In Motion asal Kanada itu seakan menjadi ikon ponsel Qwerty di dunia. Belum ada produk kompetitor yang mampu menyainginya di jagat ponsel pintar kategori Qwerty.

Samsung Omnia Pro B7330 dan Nokia N900 merupakan dua dari sekian banyak ponsel Qwerty yang mendapat perhatian pasar. Namun, keduanya belum mampu menggeser brand BlackBerry sebagai ikon ponsel Qwerty.

Tetapi, BlackBerry kini benar-benar kedatangan kompetitor serius. Tak cuma sekadar layanan mobile perusahaan, Motorola menghadirkan Droid Pro siap mengancam BlackBerry dengan mengakuisisi pelanggan bisnisnya.

Seperti diketahui, pangsa pasar BlackBerry terus tergerus semenjak produk-produk berbasis Google Android muncul ke pasar dan menggerogotinya. Dari temuan Nielsen pada bulan Agustus, sistem operasi Android berhasil menguasai 32 persen pangsa pasar dalam enam bulan terakhir dengan market size 1,7 juta unit di Amerika Serikat. Sementara popularitas Apple iOS dan BlackBerry OS seakan sudah mentok di posisi kedua. Masing-masing mengantungi 26 persen dan 25 persen.

Meskipun begitu, secara total RIM tetap memimpin pasar secara total. BlackBerry masih juara bertahan. Pasalnya, RIM selalu mengandalkan layanan korporatnya, BlackBerry Enterprise Server (BES), yang mana infrastruktur tersebut belum dipunyai kompetitor-kompetitor terdekatnya.

Sekarang, RIM tak bisa bernapas lega lagi. Kemungkinan pangsa pasar itu juga akan digerus oleh Motorola. Didukung banyaknya aplikasi pihak ketiga, kemungkinan Motorola benar-benar akan mengancam posisi RIM sebagai penyedia layanan enterprise.

Motorola menyadari hal tersebut dan Droid Pro diyakini akan menandai keruntuhan BlackBerry. Dilansir TG Daily, Kamis 7 Oktober 2010, Droid Pro memiliki fitur keamanan ekstra, manajemen telepon jarak jauh, dan enkripsi data. Kurang lebih serupa seperti BES.

Namun, Motorola tak mau terburu-buru. Produsen asal Amerika Serikat itu masih merahasiakan beberapa fitur andalan Droid Pro hingga diluncurkan November mendatang. Belum ada keterangan resmi dari perusahaan terkait harganya. (hs)

Berikut kilasan spesifikasi Motorola Droid Pro:
Dimensi dan berat
119 x 60 x 11.7 mm
134 gram
Layar
TFT capacitive touchscreen, 16M colors
Ukuran layar
320 x 480 piksel, 3,1 inci
Memory
8 GB storage, 512 MB RAM, 2 GB ROM (internal)
microSD, up to 32GB, termasuk 8GB (kartu slot)
Konektivitas
3G HSDPA, 10.2 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps
Wi-Fi 802.11 b/g/n; DLNA
Bluetooth v2.1 with A2DP
USB microUSB v2.0
Kamera
5 MP, 2592?1944 piksel, autofocus, dual-LED flash
Video
D1 (720×480 piksel)
OS
Android OS, v2.2 (Froyo)
Browser
HTML
Radio
FM radio
GPS
Ada, A-GPS support
Fitur
Google Search, Maps, Gmail, YouTube, Google Talk
Document editor
Photo viewer/editor
Organizer
Voice memo/dial
Predictive text input
Baterai
Li-Ion 1420 mAh
Stand-by sampai 320 jam (3G)
Talk time sampai 7 jam (3G)
(vivanews.com)

Ponsel Ramah Lingkungan Rp 899.000


Isu lingkungan memang menjadi agenda tetap sejumlah vendor papan atas, khususnya dalam hal penggunaan material ramah lingkungan. Meskipun tak semua produk memakai material serupa. Namun, upaya untuk mengemas produk-produk seperti ini boleh diacungi jempol. Sony Ericsson, misalnya, yang mengampanyekan “GreenHeart”. Pemakaian material plastik daur ulang yang lebih ramah terhadap lingkungan dikenakan. Seperti yang dipakai pada seri Sony Ericsson Cedar.

Meskipun memakai material khusus, tetapi harga yang dipatok hanya Rp 899.000. Ramah lingkungan juga diwujudkan dalam bentuk cat yang menggunakan media air, charger berkekuatan listrik yang rendah, juga kotak pembungkus yang lebih kecil untuk mengurangi pemakaian kertas.

Sementara itu, fungsi ponsel ini—meski desainnya terkesan seperti sebuah ponsel low end—berupaya untuk mengikuti kebutuhan konsumen yang tetap menjadi prioritas. Umpamanya tetap menghadirkan fitur jejaring sosial dan push e-mail. Demikian pula dengan jaringan yang dipakai, bukan sekadar GPRS, melainkan HSDPA. Bahkan, tugas ponsel ini bisa bertambah menjadi sebuah modem eksternal.

“Dengan fitur 3G HSDPA, jack 3,5 mm, dan port microUSB untuk koneksi mudah ke laptop Anda, Sony Ericsson Cedar memudahkan konsumen terhubung dengan komunitasnya, apakah untuk bekerja, bersenang-senang ataupun bermain,” ujar Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia.

Fitur lain yang bisa dianggap sebagai kelebihan adalah sebuah Widgets Manager 2.0. Fitur ini memberi peluang kepada pengguna untuk mengeset fitur ataupun aplikasi ke dalam widget sesuai keinginan. Sedangkan browser internetnya memakai Netfront 3.5.(kompas.com)