Monthly Archives: May 2014

Banting Harga CBR CBU

Mengenai penurunan harga CBR CBU , yang turun sekitar 2,5 juta, menurut saya adalah kelatahan AHM karena tidak mampu berpikir jernih menyikapi persaingan. Apalagi berdalih karena penguatan kurs rupiah. Kalau dalihnya berupa penguatan kurs rupiah kenapa ga dari dulu dilakukan, kurs rupiah naik harga turun kurs rupiah turun harga naik.
Lagi lagi tim marketing AHM melakukan blunder. Gara gara liat banderol R25 dan kawasaki mono. Jelas lah terlihat bahwa AHM ga bisa menempatkan produknya secara proporsional. Dengan single cylinder kawasaki di banderol 40 juta OTR jakarta , AHM 46 jutaan  OTR jakarta, sama sama single silinder. Orang akan lebih memilih kawasaki dari pada CBR yang harganya mahal, beda 6 jutaan… ya kalo di bandingkan dengan yamaha R25 si ga sepadan lah wong beda cylinder.
Menurut saya  kebijakan AHM tersebut di atas yaitu tentag  pricing harga, merupakan blunder sendiri buat AHM, tapi apa iya jika AHM punya agenda tersendiri dengan melokalkan CBR CBU nya……?
Advertisements

Banting Harga CBR CBU

Mengenai penurunan harga CBR CBU , yang turun sekitar 2,5 juta, menurut saya adalah kelatahan AHM karena tidak mampu berpikir jernih menyikapi persaingan. Apalagi berdalih karena penguatan kurs rupiah. Kalau dalihnya berupa penguatan kurs rupiah kenapa ga dari dulu dilakukan, kurs rupiah naik harga turun kurs rupiah turun harga naik. Lagi lagi tim marketing AHM melakukan blunder. Gara gara liat banderol R25 dan kawasaki mono. Jelas lah terlihat bahwa AHM ga bisa menempatkan produknya secara proporsional. Dengan single cylinder kawasaki di banderol 40 juta OTR jakarta , AHM 46 jutaan  OTR jakarta, sama sama single silinder. Orang akan lebih memilih kawasaki dari pada CBR yang harganya mahal, beda 6 jutaan… ya kalo di bandingkan dengan yamaha R25 si ga sepadan lah wong beda cylinder.
Menurut saya  kebijakan AHM tersebut di atas yaitu tentag  pricing harga, merupakan blunder sendiri buat AHM, tapi apa iya jika AHM punya agenda tersendiri dengan melokalkan CBR CBU nya……?

CBR Motong Antrian

Kebijakan baru AHM yang mendahulukan antrian CBR  yang service di AHASS merupakan strategi marketing yang tidak pintar.  Hal tersebut dilatarbelakangi ketidaksiapan AHM dalam menyikapi persaingan dengan yamaha di kelas 250cc. Dengan iming iming service tidak perlu ngantri untuk pengguna CBR tentu akan menyakiti hati para pengguna moped dan matic.
Bukankah AHM mengusai pasar sampai 60% karena kekuatan di moped dan matic? Dan dengan perlakuan seperti sekarang yang mendahulukan CBR dalam antrian apakah tidak menjadi blunder buata AHM? Menurut saya semua itu adalah tindakan yang jumawah. Tidak rasional. Hanya demi bersaing dengan Yamaha masa mengorbankan pelanggannya sendiri dari moped dan matic. Marketing AHM kurang berpikir cerdas. Seandainya ANDA –ANDA ini pemakai moped atau matic Honda mau service ke AHASS dah ngantri pas mau gilirannya eh datang CBR dan langsung nangkring ngambil nomer antrian ANDA.  Mau gimana ANDA? Ngepruki si pemakai CBR? Ikhlas? Apa bikin somasi ke AHM? Itu mah terserah anda…

CBR Motong Antrian

Kebijakan baru AHM yang mendahulukan antrian CBR  yang service di AHASS merupakan strategi marketing yang tidak pintar.  Hal tersebut dilatarbelakangi ketidaksiapan AHM dalam menyikapi persaingan dengan yamaha di kelas 250cc. Dengan iming iming service tidak perlu ngantri untuk pengguna CBR tentu akan menyakiti hati para pengguna moped dan matic. Bukankah AHM mengusai pasar sampai 60% karena kekuatan di moped dan matic? Dan dengan perlakuan seperti sekarang yang mendahulukan CBR dalam antrian apakah tidak menjadi blunder buata AHM? Menurut saya semua itu adalah tindakan yang jumawah. Tidak rasional. Hanya demi bersaing dengan Yamaha masa mengorbankan pelanggannya sendiri dari moped dan matic. Marketing AHM kurang berpikir cerdas. Seandainya ANDA –ANDA ini pemakai moped atau matic Honda mau service ke AHASS dah ngantri pas mau gilirannya eh datang CBR dan langsung nangkring ngambil nomer antrian ANDA.  Mau gimana ANDA? Ngepruki si pemakai CBR? Ikhlas? Apa bikin somasi ke AHM? Itu mah terserah anda…

Hasil Pileg 2014, GOLPUT Menang

Perhitungan hasil pemilu legislatif sudah diumumkan oleh KPU semalam dengan perolehan suara sebagai berikut:
1. Partai Nasdem 8.402.812 (6,72 persen)

2. Partai Kebangkitan Bangsa 11.298.957 (9,04 persen)
3. Partai Keadilan Sejahtera 8.480.204 (6,79 persen)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 23.681.471 (18,95 persen)
5. Partai Golkar 18.432.312 (14,75 persen)
6. Partai Gerindra 14.760.371 (11,81 persen)
7. Partai Demokrat 12.728.913 (10,19 persen)
8. Partai Amanat Nasional 9.481.621 (7,59 persen)
9. Partai Persatuan Pembangunan 8.157.488 (6,53 persen)
10. Partai Hanura 6.579.498 (5,26 persen)
14. Partai Bulan Bintang 1.825.750 (1,46 persen)
15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 1.143.094 (0,91 persen)
                *sumber : kompas.com
Dari data terlihat PDIP menjadi pemenang pileg dengan perolehan 18,95%, dengan demikian PDIP belum mampu mengajukan caprescawapres sendiri dan harus berkoalisi.
Dari rekapitulasi tersebut diperoleh data bahwa jumlah pemilih sebesar 124.972.491 pemilih sedangkan total pemilih tetap PILEG 2014 sebesar 185.822.507 jadi yang GOLPUT sebesar 60.850.016 pemilih.
Dari total golput yang 60.850.016 dibandingkan dengan PDIP yang Cuma 23.681.471 pemenangnya haruslah yang golput.
Angka golput yang demikian besar disinyalir adalah kesalahan pemerintah, peserta pemilu dan pemilih. Kenapa mereka salah????
1.        Pemerintah salah karena penyelenggaraan pemilu kenapa dilakukan pada pertengahan minggu. Pemilu hari rabu, libur hanya sehari sedangkan pemilih banyak yang merantau. Dan meraka rata rata KTP masih KTP kampung. Dari pada libur Cuma sehari dan berat diongkos mending golput.
2.       Peserta pemilu salah karena para caleg yang mendaftar di partai masih banyak anggota legislatif yang mendaftar kembali alias calegnya anggota legislatif yang sudah mersakan nikmatnya kursi empuk nan basah di DPR, DPRD1,DPRD2. Dan minim sosialisasi dari partai ini loh caleg kami yang bersih, dsb…..
3.       Pemilih salah karena kurang sadar akan pentingnya pemilu. Tapi pemilih tidak sepenuhnya salah karena belum adanya pendidikan pemilu oleh pemerintah yang kontinu, hanya sesaat dan tidak konsisten. Disamping itu juga para partai politik tidak dapat memberikan calon legislatif yang ber kredibilitas baik. Caleg masih banyak muka lama yang mungkin menurut pemilih “ahh Cuma itu itu ja calegnya “ jadi mereka enggan memilih .
Dari itu semua maka perlu evaluasi dari KPU dan partai untu pemilu selanjutnya. Pemilih sudah pintar bung… klo Cuma kayak gitu doang ga bakalan pemilu akan berhasil dengan baik.
Hasil akhir pemilu versi goozir.blogspot.com (URUTAN BERDASAR JUMLAH SUARA YANG DIDAPAT DIBANDINGKAN DENGAN DAFTAR PEMILIH TETAP PEMILIHAN PILEG 2014)
NO
JUMLAH PEMILIH
     PARTAI/GOLPUT
  PERSENTASE (%)
1.
60.850.016
GOLPUT
32,74631097
2.
23.681.471
PDIP
12,74413492
3.
18.432.312
GOLKAR
9,919310797
4.
14.760.371
GERINDRA
7,943263299
5.
12.728.913
DEMOKRAT
6,850038354
6.
11.298.957
PKB
6,080510473
7.
9.481.621
PAN
5,102514842
8.
8.480.204
PKS
4,563604343
9.
8.402.812
NASDEM
4,521955998
10.
8.157.488
PPP
4,389935391
11.
6.579.498
HANURA
3,540743318
12.
1.825.750
PBB
0,982523608
13.
1.143.094
PKPI
0,615153685
JUMLAH     185822507                                                                     100%