Monthly Archives: January 2011

iPad dan iPhone Bakal Gunakan Chip Dual-Mode?


Setelah iPhone resmi hadir untuk CDMA, sebuah isu kembali berhembus. Agar lebih efisien, Apple dikabarkan ingin beralih ke chipset dual-mode dari Qualcomm.

Saat ini, iPhone dan iPad menggunakan chipset dari Infineon untuk komunikasi nirkabelnya. Namun menurut kabar yang beredar, dikutip detikINET dari Engadget, Sabtu (15/1/2011), Apple akan beralih ke Qualcomm.

Tujuannya, Apple tak ingin harus membuat dua jenis perangkat untuk jaringan yang berbeda. Seperti yang dilakukan saat ini, dengan adanya iPhone versi GSM dan iPhone CDMA.

Konon, Qualcomm tak lama lagi akan menyediakan chipset dual-mode yang bisa berjalan pada kedua jaringan. Hal ini tentu akan lebih memudahkan dari sisi produksi.

Diperkirakan, chipset dual-mode ini akan digunakan pada iPhone dan iPad generasi berikutnya. Gosip lainnya, iPad yang akan datang juga akan memiliki dukungan untuk media penyimpanan tambahan SD Card.(detiknet.com)

Advertisements

Ponsel Lesu, Komputer Tablet Meroket di 2011


Komputer tablet diprediksi tumbuh 160%, sedangkan smartphone hingga 26% akhir tahun ini.

Lembaga survei Accenture memprediksi bahwa daya beli konsumen terhadap ponsel (tidak termasuk smartphone) akan turun hingga 39 persen. Sementara itu, PC (personal computer) turun 56 persen pada 2011 dibandingkan 2010.

Sebaliknya, daya beli konsumen terhadap TV berteknologi 3D justru akan melambung hingga 500 persen, diikuti komputer tablet yang diramalkan tumbuh 160 persen. Selanjutnya, perangkat pembaca e-book naik sekitar 133 persen, dan smartphone sebesar 26 persen.

Sekadar diketahui, survei tahunan yang dilakukan Accenture ini fokus pada penggunaan sekaligus pengeluaran pengguna ketika mereka dihadapkan dengan 19 teknologi konsumer elektronik yang berbeda.

Adapun sampel yang terlibat pada survei ini sekitar 8.000 responden. Mereka berasal dari delapan negara berbeda, baik negara maju maupun berkembang, termasuk Brasil, China, India, Rusia, Prancis, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat (AS).

Menurut Accenture, responden di negara-negara berkembang justru menjadi kunci pasar yang mewakili populasi penduduk global.

Menurut survei, 17 persen responden berencana untuk membeli PC (termasuk desktop dan laptop) tahun ini. Jumlah itu menurun 39 persen dibanding tahun lalu. Selain itu, responden akan menggunakan lebih dari satu perangkat seperti tablet PC untuk menemani PC tradisional.

Sebagai contoh, sedikitnya setiap pekan, sekitar 40 persen responden mengirim e-mail dari tablet PC. Selain mengecek e-mail, responden juga menggunakan tablet PC untuk browsing Web, menonton video, membaca buku elektronik, surat kabar, dan majalah.

“Hasil penelitian ini menimbulkan pertanyaan baru: dalam jangka panjang, apakah PC desktop dan laptop di rumah akan semakin digantikan oleh jajaran perangkat alternatif seperti komputer tablet, netbook, smartphone, dan perangkat pembaca e-book?” ujar Kumu Puri, eksekutif senior Electronics & High-Tech Practice Accenture, yang dikutip VIVAnews.com dari Cellular News, Jumat 7 Januari 2011.

“Jika kekuatannya diukur dengan unit yang terjual, komputer PC masih belum terkalahkan. Sekitar 93 persen responden mengaku telah memiliki PC, proporsi tertinggi di antara 19 teknologi yang menjadi opsi,” kata Puri.

“Namun, jika diukur dari tingkat pertumbuhan, pasar PC akan terus lesu dan merosot. Ada potensi di mana era PC di rumah akan berakhir, tidak lagi seperti yang dilihat sekarang ini,” tuturnya. (vivanews.com)